Perkembangan Teknologi Mobil Listrik Serta Kelebihannya

By - Jacob
04-03-2022 07:00 AM
Sumber: unsplash.com

Belakangan ini, mobil listrik ramai diperbincangkan di seluruh dunia, kendaraan bebas emisi tersebut pun cukup banyak menarik minat masyarakat Indonesia karena diyakini dapat membantu mengurangi tingkat polusi. Perkembangan mobil listrik di Indonesia pun semakin meningkat dengan adanya banyak pilihan produk yang tersedia seperti Tesla Model 3, Hyundai Ioniq Electric, dan DFSK Gelora--diikuti oleh program percepatan kendaraan listrik yang dicanangkan oleh pemerintah.


Kendaraan ramah lingkungan ini diciptakan dengan berbagai macam teknologi, seperti HEV (Hybrid Electric Vehicle), PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), dan BEV (Battery Electric Vehicle).Meski hampir sama, ternyata teknologi kendaraan ramah lingkungan tersebut mempunyai sejumlah perbedaan. Berikut perbedaan ketiga teknologi ramah lingkungan tersebut.

Sumber: unsplash.com

HEV (Hybrid Electric Vehicle) 

Teknologi ini diterapkan pada kendaraan dengan menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik. Keduanya bekerja secara pararel, memungkinkan kombinasinya bekerja secara berdampingan. 


Pada mobil hybrid, tenaga mesin yang diberikan berperan untuk memberikan tambahan daya ke motor listrik. Menjadikan mesin ini berfungsi sebagai generator dan mengubah tenaganya menjadi energi listrik yang tersimpan di baterai. Mode listrik penuh akan aktif untuk mengeluarkan akselerasi yang halus dan hening. hal ini yang membuat konsumsi BBM lebih efisien.

Sumber: afdc.energy.gov

Ketika melakukan akselerasi, mesin ikut bekerja untuk memberikan tenaga dan daya tambahan kepada motor listrik dan baterai. Pada saat inilah mode hybrid bekerja. Pengemudi juga tidak perlu khawatir jika daya baterai kurang, karena mesin akan tetap bekerja seperti biasa. 


Menurut hasil riset dari Kementerian Perindustrian, mobil hybrid memiliki keunggulan dari sisi efisiensi. Mobil hybrid disebutkan mampu meningkatkan efisiensi hingga 49 persen. Teknologi HEV ini sudah ada di beberapa mobil yang dipasarkan di Indonesia, contohnya Nissan X-Trail Hybrid, Honda CR-Z, Toyota Corolla Cross Hybrid, Toyota Camry Hybrid

Sumber: unsplash.com

PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle)

Sementara itu, mobil yang menggunakan teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) mirip halnya dengan mobil HEV atau hybrid. Perbedaan antara keduanya terletak pada kapasitas baterainya. 


Pada mobil hybrid, tenaga tambahan diberikan oleh mesin ataupun energi kinetik. sedangkan mobil PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), tenaga tambahan didapatkan dengan mencolokkannya ke sumber listrik. 


Sistem Plug-in Hybrid, jenis PHEV, memungkinkan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sehingga pengemudi dapat bergantung pada daya listrik saja. 

Sumber: afdc.energy.gov

Untuk kapasitas baterai, PHEV memiliki penyimpanan daya yang lebih besar dari hybrid yaitu,  8 hingga 13 kWh. Mobil PHEV dapat melaju sejauh 55 kilometer dengan mengandalkan mode EV. 


Jika tenaga baterai habis, baterai bisa diisi kembali dengan perangkat pengisian daya atau charger. Mesin dapat memutar generatornya sehingga menghasilkan listrik, Kemudian disimpan di baterai. Saat ini, mobil-mobil yang menggunakan Teknologi PHEV di Indonesia diantaranya, Mercedes-Benz E300e Plug-in Hybrid, Toyota Prius, dan juga BMW i8.

Sumber: unsplash.com

BEV (Battery Electric Vehicle)

BEV (Battery Electric Vehicle) adalah jenis teknologi yang menggunakan sumber tenaga baterai murni, sehingga mobil listrik BEV ini sangat bergantung pada stasiun pengisian. Pengemudi mobil BEV harus pandai dalam menghitung jarak yang tersedia dari kapasitas baterai yang tersisa. 


Untuk saat ini, SPKLU yang tersedia sudah mencapai 187 unit hingga September 2021 dan akan terus bertambah seiring dengan program percepatan elektrifikasi transportasi yang dicanangkan pemerintah Indonesia.


Kehadiran mobil listrik di Indonesia diawali dengan kemunculan Tesla Model S yang dibawa oleh Prestige Motor pada tahun 2017. Sejak saat itu, banyak ATPM yang juga ikut meramaikan industri otomotif di Indonesia dengan mobil listrik andalannya seperti BMW i3, Hyundai Ioniq Electric, DFSK Gelora, Nissan Kicks E-Power, dan Lexus UX300e. Hal ini menjadi momentum terciptanya ekosistem kendaraan listrik pribadi di Indonesia.


Kemunculan berbagai merek mobil listrik tersebut tidak lepas dari adanya percepatan program KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Mulai dari pembangunan tempat pengisian baterai seperti SPKLU dan SPBKLU, pengoperasian kendaraan umum bertenaga listrik, hingga membentuk Indonesia Battery Holding (IBH) untuk mengolah sumber daya nikel menjadi produk baterai kendaraan listrik.

Sumber: unsplash.com

Tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi tingkat polusi di lingkungan, para pemilik kendaraan listrik juga mendapatkan berbagai keuntungan yakni, pemilik mobil listrik mendapat kebebasan pajak sebesar 70% sehingga hanya membayar 30%. Contohnya ada pada pemilik Hyundai Ioniq yang hanya perlu membayar pajak sebesar kurang lebih hanya Rp2 juta--tergolong murah untuk sebuah pajak mobil sedan. 


Selanjutnya, pemilik mobil listrik dapat terbebas dari peraturan ganjil genap, sehingga tidak perlu memikirkan tanggal ganjil atau genap disaat ingin berkendara. Pemerintah Indonesia dalam hal ini sudah mengeluarkan kebijakan bahwa seluruh kendaraan listrik mendapat kebebasan dari aturan ganjil genap yang berlaku untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil.


Jika dilihat dari ketiga jenis mobil listrik, ketiganya mampu mengurangi pengggunaan BBM dan tentunya, pengguna mobil listrik turut serta menjaga lingkungan dalam pengurangan gas emisi. Jadi, Andal People tertarik dengan jenis teknologi yang mana nih? apakah kedepannya akan membeli mobil ramah lingkungan? (Abid)